Sejak Usia Berapakah Bayi Boleh Makan Selai Kacang?

Bayi membutuhkan banyak nutrisi untuk tumbuh kembangnya. Semakin bayi bertumbuh besar, semakin banyak jenis makanan yang bisa diberikan oleh ibu untuk memperkenalkan berbagai olahan makanan. Salah satu makanan yang bisa dikenalkan ibu kepada bayi adalah selai kacang. Jenis olahan kacang yang satu ini memiliki rasa gurih dan manis yang disukai oleh anak-anak.

Umumnya, bayi boleh dikenalkan pada produk olahan kacang pada usia enam hingga sebelas bulan, atau saat bayi sudah masih masa MPASI, dimana ia diperbolehkan untuk makan makanan lain selain ASI. Pemberian selai kacang semenjak dini juga bisa mengurangi alergi kacang yang mungkin saja bisa menyerang bayi. Manfaat selai kacang bagi bayi sangatlah banyak, untuk itu mengenalkan selai kacang pada bayi menjadi penting agar ia mendapat nutrisi yang beragam.

 

  1. Lemak dalam kacang dapat membantu perkembangan otak anak. Perkembangan otak dapat distimulasi semenjak masih bayi. Ibu tidak bisa hanya mengandalkan satu jenis makanan yang mengandung lemak untuk bayi. Karena itulah mengetahui usia yang aman bagi bayi boleh makan selai kacang menjadi penting agar bayi merasakan makanan yang bervariasi.

 

  1. Antioksidan yang terkandung dalam kacang juga dapat mendukung sistem kekebalan tubuh pada anak. Jika sistem kekebalan tubuh baik, maka anak tidak gampang terserang penyakit. Hal ini karena antioksidan dapat membantu tubuh bayi menangkal radikal bebas.

 

  1. Protein dalam kacang juga berperan dalam meningkatkan masa otot dan ukurannya.

 

Karena beberapa hal di atas, untuk itulah pemberian selai kacang sangat dianjurkan untuk diberikan kepada bayi. Saat usia enam hingga sebelas bulan, bayi masih diizinkan makan selai kacang dalam porsi yang tidak terlalu banyak. Begini cara pemberiannya.

  1. Pastikan anak tidak memiliki alergi

Untuk mengenalkan kacang pada bayi, bisa dimulai dengan melakukan tes alergi. Tes alergi bisa dilakukan di rumah sakit untuk mengetahui apakah bayi memiliki risiko alergi terhadap kacang. Jika bayi dinyatakan aman dari alergi kacang, bisa dikenalkan dengan selai kacang semenjak usia enam bulan. Melakukan tes alergi juga agar membuat ibu yakin makanan apa yang aman dikonsumsi bayi dan mana yang tidak.

 

  1. Pilih selai kacang yang lembut

Sebagai permulaan, pilih selai kacang yang halus dan tidak bergerinjil. Hal ini untuk menghindari risiko bayi tersedak karena giginya yang belum tumbuh sempurna untuk mengunyah. Jika ada potongan kacang yang masih utuh meskipun dalam bentuk yang kecil, hal tersebut bisa membuat bayi tersedak. Karena bayi baru bisa diberikan kacang dalam bentuh utuh maupun potongan saat giginya sudah tumbuh semua dan ia bisa mengunyah dengan sempurna.

 

  1. Selai kacang dicampurkan dengan makanan lain

Saat awal pengenalan selai kacang pada bayi, mulailah dengan mencampurkan selai kacang dengan makanan lainnya. Campurkan setengah sendok teh selai kacang dengan air untuk mengencerkan teksturnya. Hal ini juga agar bayi bisa menelan selai kacang dengan baik.

Alternatif lainnya adalah dengan mencampurkan selai kacang yang sudah diencerkan tadi dengan makanan bayi. Bisa dengan bubur, sereal, atau biskuit.

 

Baru saat bayi sudah menginjak usia satu hingga dua tahun, mereka bisa diberikan porsi selai kacang yang lebih banyak. Misalnya saja memberikan biskuit dengan tambahan selai kacang sebagai penambah rasa di waktu makan camilan mereka. Bisa juga memberikan selai kacang di pagi hari waktu sarapan di roti yang dimakan oleh anak. Selai kacang sebenarnya aman-aman saja dikonsumsi oleh bayi maupun anak-anak namun harus tetap mempertimbangkan usia dan kondisi masing-masing.